Alif Fathurrahman Pangestu
Universitas Gunadarma
Ahmad Nasher
Pengertian Sastra
Kesusasteraan
pada lahiriahnya merupakan wujud dalam masyarakat manusia melalui
bentuk tulisan dan juga wujud dalam bentuk lisan. Dalam kehidupan
sehari-harian, kedua bentuk kesusasteraan sememangnya tidak terpisah
dari pada kita. Misalnya, kita akan mendengar musik yang mengandungi
lirik lagu yang merupakan hasil sastra. Dan kita sendiri pula akan
menggunakan berbagai peribahasa dan pepatah yang indah-indah yang
sebenarnya juga merupakan kesusasteraan.
Pengertian Budaya
Budaya
adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh
sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya
terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan
politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya
seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan
dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya
diwariskan secara genetis.
Hubungan Sastra dan Seni dengan Budaya dihubungkan dengan Prosa
Masalah
sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya, karena
materi-materi yang diulas oleh ilmu budaya ada yang berkaitan dengan
sastra dan seni. Budaya Indonesia sangat menunjukkan adanya sastra dan
seni didalamnya. Latar belakang ilmu budaya dalam konteks budaya, negara
dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut:
·
Kenyataan bahwa bangsa Indonesia berdiri atas suku
bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang tercemin dalam berbagai
aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan
primordial, kesukaan, dan kedaerahan.
· Proses
pembangunan yang sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak
positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem
nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena
pengaruhnya.
· Kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan
konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri
terhadap kemajuan yg telah diciptakannya.
PERANAN SASTRA
Karya
sastra mempunyai relevansi dengan masalah-masalah dunia pendidikan dan
pengajaran. Sebab itu sangat keliru bila dunia pendidikan selalu
menganggap bidang eksakta lebih utama, lebih penting dibandingkan dengan
ilmu sosial atau ilmu-ilmu humaniora. Masyarakat memandang bahwa karya
sastra hanyalah khayalan pengarang yang penuh kebohongan sehingga timbul
klasifikasi dan diskriminasi. Padahal karya sastra memiliki pesona
tersendiri bila kita mau membacanya. Karya sastra dapat membukakan mata
pembaca untuk mengetahui realitas sosial, politik dan budaya dalam
bingkai moral dan estetika.
Sastra dapat memperhalus jiwa dan
memberikan motivasi kepada masyarakat untuk berpikir dan berbuat demi
pengembangan dirinya dan masyarakat serta mendorong munculnya
kepedulian, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Sastra mendorong orang untuk menerapkan moral yang baik dan luhur dalam
kehidupan dan menyadarkan manusia akan tugas dan kewajibannya sebagai
makhluk Tuhan, makhluk sosial dan memiliki kepribadian yang luhur.
Selain
melestarikan nilai-nilai peradaban bangsa juga mendorong penciptaan
masyarakat modern yang beradab (masyarakat madani) dan memanusiakan
manusia dan dapat memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal,
melatih kecerdasan emosional, dan mempertajam penalaran seseorang.
Sastra tidak hanya melembutkan hati tapi juga menumbuhkan rasa cinta
kasih kita kepada sesama dan kepada sang pencipta. Dengan sastra manusia
dapat mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu jauh lebih indah dan
mempesona.
Seni sastra tidak hanya berhubungan dengan tulisan
tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan
pengalaman atau pemikiran tertentu. Dalam berbahasa pun mulai
memperlihatkan keseragaman berbahasa yang hampir kejakarta-jakartaan
bahasanya. Selain itu sinetron juga memberikan efek bagi psikologis dan
psikis penontonnya. Begitupun budaya sudah semestinya dalam salah satu
unsurnya yang mampu memberikan sumbangan dalam pengembangan bahasa itu
sendiri.
Kesimpulan : Budaya dan Sastra merupakan seni yang sering disepelekan oleh manusia. Karena manusia tidak mengetahui bahwa budaya dan sastra merupakan kesenian yang memiliki pesona tersendiri jika kita menikmatinya. Budaya dan sastra juga mempunyai ketergantungan antara satu dengan yang lainnya, bahkan keduanya tidak dapat dipisahkan. Karena di setiap budaya, selalu ada sastra. Contohnya seperti budaya kita saat berbicara, itu menunjukkan bahwa budaya dan sastra mempunyai ketergantungan.
Sumber : http://nabbilafayrus.blogspot.co.id/2014/10/hubungan-budaya-dan-sastra_17.html
Jumat, 31 Maret 2017
Sabtu, 25 Maret 2017
Kebudayaan dan Migrasi
Alif Fathurrahman Pangestu
Universitas Gunadarma
Ahmad Nasher
Kebudayaan
Kata ” kebudayaan datang dari (bhs Sanskerta) yakni ” buddayah ” yang merupakan bentuk jamak dari kata ” budhi ” yang artinya budi atau akal. Kebudayaan disimpulkan sebagai ” beberapa hal yang berkaitan dengan budi atau akal “.
Pengertian Kebudayaan pada umumnya merupakan hasil cipta, rasa serta karsa manusia dalam penuhi keperluan hidupnya yang kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, susila, hukum kebiasaan serta tiap-tiap kecakapan, serta rutinitas.
Sedang menurut Koentjaraningrat yang menyampaikan kalau pengertian kebudayaan yaitu keseluruhan manusia dari tingkah laku serta hasil yang perlu didapatkannya dengan belajar serta semuanya tersusun dalam kehidupan orang-orang.
Seirama dengan Koentjaraningrat, didefinisikan oleh Selo Soemardjan serta Soelaeman Soenardi, pada bukunya Setangkai Bunga Sosiologi (Jakarta : Yayasan Tubuh Penerbit Fakultas Ekonomi Kampus Indonesia, 1964), hal 113, merumuskan kebudayaan sebagai segala hasil karya, cipta, serta rasa masyarakat. Karya masyarakat membuahkan tehnologi serta kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang dibutuhkan oleh manusia untuk kuasai alam sekitarnya supaya kemampuan dan akhirnya bisa diabdikan untuk kepentingan orang-orang.
Pengertian Kebudayaan dalam bhs inggris yaitu culture. adalah satu arti yang relatif baru lantaran arti culture sendiri dalam bhs inggris baru nampak pada pertengahan era ke-19. Diawalnya pada th. 1843 beberapa pakar antropologi berikan arti kebudayaan sebagai langkah mengolah tanah, usaha bercocok tanam, seperti tercermin dalam arti agriculture serta holticulture.
Hal semacam ini dapat kita tahu lantaran arti culture datang dari bhs Latin colere yang bermakna pemeliharaan, pemrosesan tanah pertanian. Pada makna kiasan kata itu juga bermakna ” pembentukan serta pemurnian jiwa “. Seseorang antropolog lain, E. B. Tylor (1871), dalam bukunya yang berjudul Primitive Culture (New York ; Brentano’s, 1924), hal 1, yang mendeskripsikan pengertian kebudayaan kalau kebudayaan yaitu kompleks yang meliputi pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, kebiasaan istiadat, serta lain bebrapa kekuatan dan beberapa rutinitas yang diperoleh oleh manusia sebagai anggota orang-orang.
Sifat Kebudayaan
Unsur-unsur kebudayaan dikelompokkan pada unsur besar serta unsur kecil yang lazimnya disebut dengan arti culture universal lantaran di tiap-tiap penjuru dunia manapun kebudayaan itu bisa diketemukan, seperti baju, rumah, serta lain sebagainya.
Karakter inti kebudayaan yaitu tanda-tanda khusus dari satu kebudayaan yang masing-masing masyarakat tidak sama. Pada orang-orang Barat makan sembari jalan, bahkan juga 1/2 lari yaitu hal yang umum lantaran untuk mereka the time is money.
Hal semacam ini terang tidak sama dengan orang-orang timur. Jangankan makan sembari jalan, bahkan juga makan berdiri saja sudah tidak mematuhi norma. Meskipun demikian, pada dasarnya, semua kebudayaan yang ada didunia ini mempunyai beberapa karakter inti yang sama. Sifat-sifat inti kebudayaan seperti berikut…
Proses akulturasi kebudayaan dalam histori umat manusia sudah berlangsung pada umat atau bangsa-bangsa terdahulu. Di mana Adakalanya kebudayaan yang dibawa bisa dengan gampang di terima oleh orang-orang setempat serta adakalanya tidak diterima, parahnya ada pula sekumpulan individu yang tetaplah tak terima kebudayaan asing meskipun sebagian besar grup individu di sekitarnya telah jadikan kebudayaan itu sisi dari kebudayaannya.
Biasanya, unsur-unsur kebudayaan asing yang gampang di terima yaitu seperti berikut..
Migrasi adalah perpindahn penduduk dari satu tempat ke tempat lain, ada 2 jenis yaitu imigraasi dan emigrasi. Imigrasi adalah perpindahan penduduk dari negara lain yang mengunjungi sebuah negara. Misalnya penduduk Malaysia berpindah dan tinggal di Indonesia. Sedangkan emigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Jadi justru sebaliknya, misal penduduk Indonesia yang melakukan emigrasi ke Malaysia.
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari suatu desa menuju kekota. Sebenarnya urbanisasi termasuk kedalam migrasi, hanya saja perindahan yang dilakukan adalah dari desa menuju ke kota.
Setelah mengetahui pengertian dari 2 istilah tersebut mari kita buka satu per satu apa saja yang masih berkaitan dengan migrasi dan urbanisasi.
Ada 2 jenis migrasi, yaitu migrasi internasional dan migrasi nasional. Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk yang melibatkan perpindahan dari suatu negara ke negara lain. Sedangkan untuk migrasi nasional adalah perpindahan penduduk yang masih berada dalam 1 negara hanya saja mereka berpindah daerah.
Berikut ini ada 2 jenis migrasi nasional yaitu penglaju dan perpindahan penduduk musiman. Untuk penglaju berarti seseorang melakukan perpindahan penduduk dari satu empat ke temmpat lainnya untuk bekerja atau memiliki tujuan tertentu dan ketika urusan sudah selesai mereka akan pulang ke tempat asal. Dan untuk perpindahan penduduk musiman berarti seseorang tersebut melakukan perpindahan pada waktu tertentu dan bila urusannya telah selesai dalam beberapa waktu yang lama maka mereka akan kembali ke daerah asal.
Ada 2 macam migrasi di Indonesia yaitu transmigrasi dan urbanisasi. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari sebuah daerah menuju daerah lain untuk menetap di daerah tersebut dan melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu yang cukup lama. Transmigrasi memiliki manfaat bagi pemerintah Indonesia, hal ini bisa menjadi solusi menumpuknya penduduk di daerah tertentu sehingga mereka bisa ikut memajukan daerah yang belum baik dan bisa memperoleh pekerjaan dari sana.
Sedangkan untuk urbanisasi seperti yang dijelaskan diatas adalah perpindahan penduduk yang melibatkan mereka pindah dari desa menuju ke sebuah kota untuk mendapatkan pekerjaan.
Kesimpulan :
Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa serta karsa manusia dalam penuhi keperluan hidupnya yang kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, susila, hukum kebiasaan serta tiap-tiap kecakapan, serta rutinitas. Budaya biasanya turun temurun dari nenek moyang. Sedangkan migrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain. Migrasi dapat dilakukan kapanpun dan kemanapun. Hubungan antara kebudayaan dan migrasi adalah manusia dapat berpindah-pindah agar mengetahui dan mendapatkan budaya baru, karena kebudayaan di dunia sangat banyak.
Sumber :
Universitas Gunadarma
Ahmad Nasher
Kebudayaan
Kata ” kebudayaan datang dari (bhs Sanskerta) yakni ” buddayah ” yang merupakan bentuk jamak dari kata ” budhi ” yang artinya budi atau akal. Kebudayaan disimpulkan sebagai ” beberapa hal yang berkaitan dengan budi atau akal “.
Pengertian Kebudayaan pada umumnya merupakan hasil cipta, rasa serta karsa manusia dalam penuhi keperluan hidupnya yang kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, susila, hukum kebiasaan serta tiap-tiap kecakapan, serta rutinitas.
Sedang menurut Koentjaraningrat yang menyampaikan kalau pengertian kebudayaan yaitu keseluruhan manusia dari tingkah laku serta hasil yang perlu didapatkannya dengan belajar serta semuanya tersusun dalam kehidupan orang-orang.
Seirama dengan Koentjaraningrat, didefinisikan oleh Selo Soemardjan serta Soelaeman Soenardi, pada bukunya Setangkai Bunga Sosiologi (Jakarta : Yayasan Tubuh Penerbit Fakultas Ekonomi Kampus Indonesia, 1964), hal 113, merumuskan kebudayaan sebagai segala hasil karya, cipta, serta rasa masyarakat. Karya masyarakat membuahkan tehnologi serta kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang dibutuhkan oleh manusia untuk kuasai alam sekitarnya supaya kemampuan dan akhirnya bisa diabdikan untuk kepentingan orang-orang.
Pengertian Kebudayaan dalam bhs inggris yaitu culture. adalah satu arti yang relatif baru lantaran arti culture sendiri dalam bhs inggris baru nampak pada pertengahan era ke-19. Diawalnya pada th. 1843 beberapa pakar antropologi berikan arti kebudayaan sebagai langkah mengolah tanah, usaha bercocok tanam, seperti tercermin dalam arti agriculture serta holticulture.
Hal semacam ini dapat kita tahu lantaran arti culture datang dari bhs Latin colere yang bermakna pemeliharaan, pemrosesan tanah pertanian. Pada makna kiasan kata itu juga bermakna ” pembentukan serta pemurnian jiwa “. Seseorang antropolog lain, E. B. Tylor (1871), dalam bukunya yang berjudul Primitive Culture (New York ; Brentano’s, 1924), hal 1, yang mendeskripsikan pengertian kebudayaan kalau kebudayaan yaitu kompleks yang meliputi pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, kebiasaan istiadat, serta lain bebrapa kekuatan dan beberapa rutinitas yang diperoleh oleh manusia sebagai anggota orang-orang.
Sifat Kebudayaan
Unsur-unsur kebudayaan dikelompokkan pada unsur besar serta unsur kecil yang lazimnya disebut dengan arti culture universal lantaran di tiap-tiap penjuru dunia manapun kebudayaan itu bisa diketemukan, seperti baju, rumah, serta lain sebagainya.
Karakter inti kebudayaan yaitu tanda-tanda khusus dari satu kebudayaan yang masing-masing masyarakat tidak sama. Pada orang-orang Barat makan sembari jalan, bahkan juga 1/2 lari yaitu hal yang umum lantaran untuk mereka the time is money.
Hal semacam ini terang tidak sama dengan orang-orang timur. Jangankan makan sembari jalan, bahkan juga makan berdiri saja sudah tidak mematuhi norma. Meskipun demikian, pada dasarnya, semua kebudayaan yang ada didunia ini mempunyai beberapa karakter inti yang sama. Sifat-sifat inti kebudayaan seperti berikut…
- Kebudayaan terwujud serta tersalurkan melalui tingkah laku manusia.
- Kebudayaan sudah ada terlebih dulu mendahului lahirnya satu generasi spesifik serta akan tidak mati dengan habisnya umur generasi yang berkaitan.
- Kebudayaan dibutuhkan oleh manusia serta diwujudkan kelakuannya.
- Kebudayaan meliputi sebagian ketentuan yang berisikan bebrapa keharusan, bebrapa aksi yang di terima serta tidak diterima, bebrapa aksi yang dilarang, serta bebrapa aksi yang diizinkan.
Proses akulturasi kebudayaan dalam histori umat manusia sudah berlangsung pada umat atau bangsa-bangsa terdahulu. Di mana Adakalanya kebudayaan yang dibawa bisa dengan gampang di terima oleh orang-orang setempat serta adakalanya tidak diterima, parahnya ada pula sekumpulan individu yang tetaplah tak terima kebudayaan asing meskipun sebagian besar grup individu di sekitarnya telah jadikan kebudayaan itu sisi dari kebudayaannya.
Biasanya, unsur-unsur kebudayaan asing yang gampang di terima yaitu seperti berikut..
- Unsur Kebudayaan kebendaan, seperti alat-peralatan yang terlebih begitu gampang digunakan serta dirasa begitu berguna untuk orang-orang yang menerimanya, misalnya yaitu pada alat tulis menulis yang banyak dipakai orang Indonesia yang di ambil dari unsur-unsur kebudayaan barat.
- Unsur-unsur yang dapat dibuktikan membawa faedah besar umpamanya radio transistor yang banyak membawa manfaat terlebih sebagai alat mass-media.
- Unsur-unsur yang dengan gampang sesuai dengan kondisi orang-orang yang terima unsur-unsur itu, seperti mesin penggiling padi dengan cost murah dan pengetahuan tehnis yang simpel, bisa dipakai untuk lengkapi pabrik-pabrik penggilingan.
- Unsur yang menyangkut system keyakinan, seperti ideologi, falsafah hidup, serta lainnya
- Unsur-unsur yang dipelajari pada skala pertama sistem sosialisasi. Contoh yang begitu gampang yaitu masalah makanan pokok satu orang-orang. Nasi adalah makanan pokok beberapa besar orang-orang indonesia sulit sekali dirubah dengan makanan pokok yang lain.
Migrasi adalah perpindahn penduduk dari satu tempat ke tempat lain, ada 2 jenis yaitu imigraasi dan emigrasi. Imigrasi adalah perpindahan penduduk dari negara lain yang mengunjungi sebuah negara. Misalnya penduduk Malaysia berpindah dan tinggal di Indonesia. Sedangkan emigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Jadi justru sebaliknya, misal penduduk Indonesia yang melakukan emigrasi ke Malaysia.
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari suatu desa menuju kekota. Sebenarnya urbanisasi termasuk kedalam migrasi, hanya saja perindahan yang dilakukan adalah dari desa menuju ke kota.
Setelah mengetahui pengertian dari 2 istilah tersebut mari kita buka satu per satu apa saja yang masih berkaitan dengan migrasi dan urbanisasi.
Ada 2 jenis migrasi, yaitu migrasi internasional dan migrasi nasional. Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk yang melibatkan perpindahan dari suatu negara ke negara lain. Sedangkan untuk migrasi nasional adalah perpindahan penduduk yang masih berada dalam 1 negara hanya saja mereka berpindah daerah.
Berikut ini ada 2 jenis migrasi nasional yaitu penglaju dan perpindahan penduduk musiman. Untuk penglaju berarti seseorang melakukan perpindahan penduduk dari satu empat ke temmpat lainnya untuk bekerja atau memiliki tujuan tertentu dan ketika urusan sudah selesai mereka akan pulang ke tempat asal. Dan untuk perpindahan penduduk musiman berarti seseorang tersebut melakukan perpindahan pada waktu tertentu dan bila urusannya telah selesai dalam beberapa waktu yang lama maka mereka akan kembali ke daerah asal.
Ada 2 macam migrasi di Indonesia yaitu transmigrasi dan urbanisasi. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari sebuah daerah menuju daerah lain untuk menetap di daerah tersebut dan melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu yang cukup lama. Transmigrasi memiliki manfaat bagi pemerintah Indonesia, hal ini bisa menjadi solusi menumpuknya penduduk di daerah tertentu sehingga mereka bisa ikut memajukan daerah yang belum baik dan bisa memperoleh pekerjaan dari sana.
Sedangkan untuk urbanisasi seperti yang dijelaskan diatas adalah perpindahan penduduk yang melibatkan mereka pindah dari desa menuju ke sebuah kota untuk mendapatkan pekerjaan.
Kesimpulan :
Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa serta karsa manusia dalam penuhi keperluan hidupnya yang kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, susila, hukum kebiasaan serta tiap-tiap kecakapan, serta rutinitas. Budaya biasanya turun temurun dari nenek moyang. Sedangkan migrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain. Migrasi dapat dilakukan kapanpun dan kemanapun. Hubungan antara kebudayaan dan migrasi adalah manusia dapat berpindah-pindah agar mengetahui dan mendapatkan budaya baru, karena kebudayaan di dunia sangat banyak.
Sumber :
- http://www.lahiya.id/pengertian-kebudayaan-definisi-menurut-para-ahli/#
- http://genggaminternet.com/pengertian-migrasi-dan-urbanisasi/
Langganan:
Komentar (Atom)